Praktek Belajar Lapangan

  A.    Latar Belakang

Proses pendidikan setidaknya mencakup tiga unsur, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dalam bahasa Lain secara sederhana sering diungkapkan bahwa untuk mendapatkan hasil pendidikan yang ideal perlu ada keseimbangan antara teori dan praktek. Untuk menghasilkan Ahli Madya dan Sarjana bidang kesehatan yang paripurna dan sesuai dengan tuntutan masyarakat profesi, dalam proses pendidikan Sarjana (S1) yang ditempuh selama 4 tahun sejak awal perlu diperkenalkan masalah-masalah kesehatan yang terjadi dalam masyarakat pada kondisi yang sungguh-sungguh objektif. Mahasiswa tidak hanya mengenal masalah-masalah kesehatan secara teoritis dan terbatas dalam proses diskusi di kelas.

Agar upaya membina dan meningkatkan kemampuan mahasiswa ini lebih terarah dan operasaional maka STIKes Flora Medan menjadikan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) sebagai bagian dari kurikulum dalam satu mata kuliah yang memiliki bobot 1 (satu) SKS. Mata kuliah PBL ini merupakan mata kuliah wajib dari kurikulum semua prodi di STIKes Flora Medan yang dalam distribusinya diberikan pada semester V (lima) atau tahun ke 3 (tiga).

Mata kuliah ini merupakan studi lapangan yang dapat memberikan kesempatan dan peluang kepada mahasiswa untuk belajar mengenal dan memahami masalah kesehatan secara riil dari aspek masyarakat (stuktur social, kebudayaan, perilaku masyarakat) dan aspek institusi kesehatan (struktur dan cara kerja institusi kesehatan – puskesmas, institusi pemerintahan – desa/kelurahan/kecamatan).

 

 B.     Tujuan

  1. Memberikan kesempatan dan peluang kepada mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman secara praktis, riil, dan objektif dalam mengidentifikasi, memahami, memberikan alternatif solusi, dan mengintervensi masalah-masalah kesehatan yang nyata terjadi di masyarakat berdasarkan teori, konsep, dan metode yang diperoleh di kelas.
  2. Pada akhirnya mahasiswa diharapkan dapat:
    1. Memahami, memformulasikan, memberikan skala prioritas terhadap masalah
    2. Menggali lebih dalam faktor yang mempengaruhi munculnya masalah
    3. Mengintervensi penyelesaian masalah kesehatan yang dihadapi masyarakat tersebut sebagai implementasi teori yang telah dipelajari selama kuliah.

 

C.    Target

  1. Mahasiswa mampu membuat proposal dalam rangka penanganan masalah kesehatan.
  2. Mahasiswa mampu mengenal dan membedakan masalah kesehatan pada lingkup institusi atau lingkup masyarakat.
  3. Mahasiswa mampu memberikan alternatif solusi sebagai implementasi dari teori, konsep, dan metode yang diperoleh di kelas dalam sebuah laporan yang dipresentasikan di depan pembimbing lapangan dan pembimbing akademik.

 

D.    Bentuk Kegiatan

Kegiatan PBL meliputi:

  1. Pembekalan yang dilaksanakan di kampus dengan pola kuliah dan diskusi
  2. Penyusunan Schedule oleh mahasiswa perkelompok
  3. Praktek Belajar lapangan selama 1 (satu) bulan
  4. Penyusunan Laporan
  5. Presentasi hasil laporan

 

E.     Tata Tertib

  1. Mahasiswa peserta PBL wajib hadir selama waktu pelaksanaan PBL minimal 75% kehadiran, kecuali sakit yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter.
  2. Memakai jaket Almamater pada waktu berada di lapangan.
  3. Mahasiswa peserta PBL wajib berpakaian rapi dan sopan serta memakai sepatu selama kuliah pembekalan dan selama bertugas di lapangan.
  4. Mahasiswa peserta PBL wajib mengerjakan dan melaksanakan tugas-tugas dengan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
  5. Mahasiswa peserta PBL dilarang bertindak dan berperilaku kriminal dan amoral dan/atau yang dapat mencemarkan nama baik almamater dan pribadi.
  6. Mahasiswa peserta PBL dilarang melaksanakan dan/atau mengikuti kegiatan organisasi politik dan organisasi masa yang bersifat ideologis selama bertugas di lapangan.
  7. Mahasiswa peserta PBL dilarang bertindak dan berperilaku yang mengandung unsur SARA.

 

F.     Sanksi

Setiap pelanggaran akan diberikan sanksi sesuai berat ringannya jenis pelanggaran serta berpengaruh terhadap nilai akhir.

  1. Pelanggaran ringan, akan diberikan sanksi teguran lisan serta pengurangan nilai.
  2. Pelanggaran sedang, akan diberikan sanksi teguran keras dan tertulis serta pengurangan nilai.
  3. Pelanggaran berat, akan diberikan sanksi administratif dan akademik sesuai aturan yang berlaku pada STIKes Flora Medan serta pembatalan dan pengurangan nilai/status peserta PBL.